Aqiqah dan Qurban



Tata Cara Aqiqah :

Tata Cara Aqiqah menurut islam. Pelaksanaan aqiqah menurut kesepakatan para ulama adalah hari ketujuh dari kelahiran. Hal ini berdasarkan hadits Samirah di mana Nabi SAW bersabda, “Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dan diberi nama”. (HR. al-Tirmidzi).

Namun demikian, apabila terlewat dan tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh, ia bisa dilaksanakan pada hari ke-14. Dan jika tidak juga, maka pada hari ke-21 atau kapan saja ia mampu. Imam Malik berkata : Pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup. Karena prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman Allah SWT : “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. (QS.Al Baqarah:185)

Daging Aqiqah Lebih Baik Mentah Atau Dimasak?

Dianjurkan agar dagingnya diberikan dalam kondisi sudah dimasak. Hadits Aisyah ra., “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)

Daging kambing aqiqah diberikan kepada tetangga dan fakir miskin juga bisa diberikan kepada orang non-muslim. Apalagi jika hal itu dimaksudkan untuk menarik simpatinya dan dalam rangka dakwah. Dalilnya adalah firman Allah, “Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang”. (QS. Al-Insan : 8). Menurut Ibn Qudâmah, tawanan pada saat itu adalah orang-orang kafir. Namun demikian, keluarga juga boleh memakan

Jumlah Hewan Aqiqah

Bayi laki-laki disunnahkan untuk disembelihkan dua ekor kambing dan bayi wanita cukup satu ekor kambing saja. Dari Ammi Karz Al-Ka’biyah berkata bahwa saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing yang setara dan buat bayi wanita satu ekor kambing”.

Namun bila tidak memungkinkan, maka boleh saja satu ekor untuk bayi laki-laki, karena Rasulullah SAW pun hanya menyembelih satu ekor untuk cucunya Hasan dan Husein.

Hukum Menyembelih Kurban

Para Ulama berselisih pendapat tentang hukumnya. Sedangkan menurut pendapat yang kuat hukumnya adalah wajib bagi yang memiliki kemampuan (Ahkamul Iedain hal 26). Di antara hadits yang dijadikan dalil bagi ulama yang mewajibkan lalah:

“Dari Abi Hurairah radliyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Barang siapa memiliki kelapangan (kemampuan) kemudian tidak berqurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat led kami.” (HR. Alunad, Ibnu Majah, Ad-Daruqutni, AI-Hakim, sanadnya hasan, lihat Ahkamul Iedain hal. 26).

Waktu Menyembelih

Hewan kurban’ disembelih setelah selesai shalat led.

Dalilnya:

Dari Barra bin Azib ra, ia berkata: Rasulullah sw bersabda: Sesungguhnya perkara yang pertama kita mulai pacta hari ini adalah kita shalat kemudian menyembelih. Maka barang siapa yang melakukan hal itu, dia telah mendapatkan sunnah kami. Dan barang siapa yang te!ah menyembelih (sebelum Sha1at), maka sesungguhnya sembelihan itu adalah daging yang diperuntukkan bagi keluarganya, bukan termasuk hewan kurban sedikitpun.” (HR. Muslim no. 1961).

Diperbolehkan untuk mengakhirkan penyembelihan, yaitu menyembelih pada hari kedua dan ketiga setelah hari Ied. Sebagaimana diterangkan dalam hadits:

“Dari Nabi shallallahu alai wa sallam bahwasanya beliau bersabda setiap hari tasyriq ada sembelihan.” (HR. Ahmad 4/8 dari Jubair bin Muthim radiallahuanhu, dan dihasankan oleh Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid dalam Ahkamul Iedain ).

Berkata Ibnul Qayyim (Kebolehan menyembelih di hari-hari tasyriq) adalah pendapat: Imam Ahmad, Malik, Abu Hanifah rahimahumullah .”

Imam Ahmad berkata: “Ini adalah pendapat lebih dari satu shahabat Muhammad shallallahu alai wa salam, dan AI-Atsram menyebutkan diantaranya: Ibnu Umar, Ibnu Abas radialiahu anhum. (Zadul Maad 2/319)


DANAKU AMANAH menerima pesanan hewan Qurban, baik untuk keperluan Aqiqah maupun Iedul Qurban (Idul Adha), untuk keperluan Aqiqah DANAKU AMANAH siap melayani Anda dari pemilihan Hewan sampai memasak dan menjadi bentuk paket siap antar. Anda cukup menghubungi call center DANAKU AMANAH, atau langsung telepon/ WA/ BBM ke alamat sbb :

Barokah Aqiqah :

Jalan Kenanga 2 No.4, Sumampir, Purwokerto Utara, Sumampir, Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53125 PIN BB : D3AE3FBF, Telepon/ SMS/ WA : 0812154277662

Padi Aqiqah :

  • Jl. Jend. Sutoyo 2 No. 9 Purwokerto
  • Jl. Sokajaya No. 59 Purwokerto
  • Ds. Sokawera – Padamara Purbalingga

Telp : 0281-57 88 300, SMS/WA : 081230442972,  085799205556 BBM : 52430047

Ilham Aqiqah :

Sate Kambing/ Aqiqah KMC : Jl. Wahid Hasyim 81 Karangklesem, Purwokerto (Taman Kota Andang Pangrenan ke selatan) Telp. / SMS/ WA : 085291163621

Tiandtoaqiqah Catering

Jl. Sokaraja – Kembaran, Telp/ SMS : 085862068788, SMS/ WA : 082225105009 PIN BB :  2BE2D7F7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *