Zakat, Infaq dan Shodakoh



Zakat merupakan salah satu pilar dari pilar Islam yang lima, Allah SWT. telah

mewajibkan bagi setiap muslim untuk mengeluarkannya sebagai penyuci harta mereka, yaitu bagi mereka yang telah memiliki harta sampai nishab (batas
terendah wajibnya zakat) dan telah lewat atas kepemilikan harta tersebut masa haul (satu tahun bagi harta simpanan dan niaga, atau telah tiba saat memanen hasil pertanian).

Zakat adalah kewajiban harta yang spesifik, memiliki syarat tertentu, alokasi tertentu dan waktu tertentu.

Adapun infaq yaitu mengeluarkan atau membelanjakan harta yang mencakup zakat dan non-zakat. Infaq ada yang wajib ada yang sunnah. Infaq wajib diantaranya kafarat, nadzar, zakat dll. Infaq sunnah diantaranya infaq kepada fakir miskin sesama muslim, infaq bencana alam dll.

Sedangkan shodakoh maknanya lebih luas dari zakat dan infaq. shodakoh dapat bermakna infaq, zakat dan kebaikan non-materi. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah saw memberi jawaban kepada orang-orang miskin yang cemburu terhadap orang kaya yang banyak bershodakoh dengan hartanya, beliau bersabda: “Setiap tasbih adalah shodakoh, setiap takbir shodakoh, setiap tahmid shodakoh, setiap tahlil shodakoh, amar ma’ruf shodakoh, nahi munkar shodakoh dan menyalurkan syahwatnya pada istri juga shodakoh”. Termasuk juga menurut Hadis Nabi, senyum yang tulus ikhlas dan kata-kata yang baik itu sebagai satu bentuk shodakoh. Demikian pula memberikan kebahagiaan kepada orang lain dalam bentuk apapun yang diridhai Allah adalah perbuatan shodakoh. Dengan demikian secara umum shodakoh bermakna semua kebijkan atau kebaikan yang mengharap ridlo Allah SWT.

Transparansi Pengumpulan, Penyaluran/ Distribusi Zakat, Infaq dan Shodakoh (ZIS)

Prinsip Utama yang harus dipegang DANAKU AMANAH adalah, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana yang dihimpun dari zakat masyarakat, DANAKU AMANAH terus berupaya meningkatkan kualitas kerja dalam mempertanggungjawabkan dana umat tersebut, termasuk dalam hal pelaporan keuangannya.

“Nantinya semua orang diharapkan punya akses mengetahui berapa dana yang masuk dan berapa yang sudah dikeluarkan. Selain itu juga perlu tahu mengenai program-program apa saja yang sudah, akan dilaksanakan atau belum dijalankan.”

DANAKU AMANAH juga berupaya memaksimalkan penyaluran zakat yang telah dihimpun, sehingga manfaatnya benar-benar terasa dan menjadi solusi mengentaskan orang miskin.

Dalil-dalil berkenaan dengan ZIS :

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Q.S. Al Baqarah : 277 ).

Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya). (Q.S. Ar Ruum : 39 ) .

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara
tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Q.S. Al Baqarah : 274 ) .

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. At Taubah : 103 ) .

Dari Abu Huraira radhiyallahu `anhu bahwa seorang Arab Badui mendatangi Nabi shallallahu `alaihi wasallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah! beritahu aku suatu amalan, bila aku mengerjakannya, aku masuk surga?”, Beliau bersabda :
“ Beribadahlah kepada Allah dan jangan berbuat syirik kepada-Nya, dirikan shalat, bayarkan zakat yang diwajibkan, dan berpuasa di bulan Ramadhan,” ia berkata, “Aku tidak akan menambah amalan selain di atas”, tatkala orang tersebut beranjak keluar, Nabi shallallahu `alaihi wasallam bersabda : “ Siapa yang ingin melihat seorang lelaki dari penghuni surga maka lihatlah orang ini” .

Dari Abu Huraira radhiyallahu `anhu , ia berkata : “Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda : “ Siapa yang bersedekah dengan sebiji korma yang berasal dari usahanya yang halal lagi baik (Allah tidak menerima kecuali dari yang halal lagi baik), maka sesungguhnya Allah menerima sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya kemudian Allah menjaga dan memeliharnya untuk pemiliknya seperti seseorang di antara kalian yang menjaga dan memelihara anak kudanya. Hingga sedekah tersebut menjadi sebesar gunung.”

Sesunggunhnya shodakoh secara sembunyi-sembunyi bisa memadamkan kemurkaan Rabb (Allah)” (Shahih At-targhib)

“Dan shodakoh bisa menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api” (Shahih At-targhib)

“Tujuh kelompok yang akan mendapatkan naungan dari Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya diantaranya yaitu:
“Seseorang yang menyedekahkan hartanya dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan
kanannya.” (Muttafaq ‘alaih)

“Obatilah orang-orang yang sakit diantaramu dengan shodakoh.” (Shahih At-targhib) beliau juga bersabda kepada orang yang mengeluhkan tentang kekerasan hatinya: “Jika engkau ingin melunakkan hatimu maka berilah makan pada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.” (HR. Ahmad)

“Tidaklah datang suatu hari kecuali akan turun dua malaikat yang salah satunya mengatakan, “Ya, Allah berilah orang-orang yang berinfaq itu balasan, dan yang lain mengatakan, “Ya, Allah berilah pada orang yang bakhil kebinasaan (hartanya).” (Muttafaq ‘alaihi)

“Tidaklah shodakoh itu mengurangi harta.” (HR. Muslim)

“shodakoh merupakan bukti (keimanan).” (HR.Muslim)

shodakoh merupakan pembersih harta dan mensucikannya dari kotoran, sebagaimana wasiat beliau kepada para pedagang, “Wahai para pedagang sesungguhnya jual beli ini dicampuri dengan perbuatan sia-sia dan sumpah oleh karena bersihkanlah ia dengan shodakoh.” (HR. Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah juga disebutkan dalam Shahih Al-Jami’).

Bagaimana Cara menyalurkan Zakat, Infaq dan Shodakoh (ZIS) !

Bahwa melihat besarnya potensi umat Islam terkait zakat, infaq dan shadakah (ZIS) dan dalam rangka amalan menjelang bulan Ramadhan 1434 H dengan ini perlu kami sampaikan bahwa aktivitas DANAKU AMANAH, antara lain berfokus pada bidang pengguliran dana ummat dengan prinsip syariah (fungsi tamwil), juga menjadi amilin bagi para muzakki yang ingin menyalurkan zakat, infaq dan shodakohnya secara tepat sasaran (fungsi maal).
Dengan berbagai pertimbangan untuk kemaslahatan ummat dan peningkatan kinerja DANAKU AMANAH dalam pengelolaan zakat, infaq, shodakoh (ZIS) ini, maka sejak bulan Juni tahun 2012, DANAKU AMANAH secara resmi membuka kesempatan seluas-luasnya kepada Masyarakat untuk menyalurkan zakat, infaq, shodakoh (ZIS) melalui opsi sebagai berikut :

  1. Datang langsung di Head Office DANAKU AMANAH, Jl. Jend. Soedirman Timur Gg. Lapang 1 (Selatan Unsoed Kalibakal/ Fak. Kedokteran Gigi) Barat Lapangan No. 632 RT 03 RW 06 Purwokerto Kidul Purwokerto 53147 Jawa Tengah – Indonesia.Tel: +62 281 634377
  2. By Phone, Telepon ke Call Centre DANAKU AMANAH +62 0281 634377, By SMS +62 0853 8584 3727 (Petugas kami siap datang ke tempat Bapak/ Ibu/ Sdr.)
  3. Menyalurkan ke rekening Bank Mandiri : No. Rekening : 139-00-1733834-8 an : Yayasan Indo Telematika Modern Teknologi, Bank BNI : No. Rekening : 0269205297 an : Muhammad Edy Sriprihanto.
  4. DANAKU AMAN Menyalurkan melalui “Kotak zakat, infaq, shadakah (ZIS)” DANAKU AMANAH yang terdapat di Kantor/ Lembaga/ Institusi Pemerintah & Swasta, Perbankkan, Perhotelan, Departement Store/ Mall, Masjid/ Mushola, dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *